The issue dominated social networking sites Monday, briefly becoming the top item worldwide on Twitter. Malaysia's sports minister said he is embarrassed by what had happened. Indonesia's Antara news service said President Susilo Bambang Yudhoyono has asked officials to lodge a formal protest.
Indonesia's players walked off the field for several minutes in protest before going on to a 3-0 loss Sunday evening in the first leg of the ASEAN Football Federation final. They said Malaysian fans were directing laser pens into the faces of players, including the goalkeeper, at key moments.
Malaysian Sports Minister Ahmad Shabery Cheek said he was "not happy at all" about his countrymen's unsporting behavior, adding that he had been embarrassed in front of his Indonesian guests.
The issue registered among the most popular topics on Twitter after the match, with the phrase "malaysiacheaterlaser" ranking number one for almost an hour.
Antara reported that Yudhoyono, who watched the contest on television, telephoned Indonesia's sports minister while the match was still in progress to instruct him to lodge a formal protest.
The second leg of the final takes place Wednesday in Jakarta
After making the selection in Bandung, Palembang, Makassar and Jayapura, the event Tunas Garuda now underway in Semarang. Selection in progress at the Citarum Stadium, Semarang began since last Friday and ended today, Sunday, June 19, 2011.
Talent show in collaboration with the Arsenal Soccer School Indonesia (SSI) as the team is successful crawlers selected four young players who represent the right to Semarang in the final selection which will take place in Jakarta.
The four young players who are elected Rizal Yulian Imam Fauzi (15), Lukman Naim (15), Dani Rahar Janto (15) and Andre Putra Wibowo (15). All four participants managed to beat about a thousand other selection.
"The spirit of the children Semarang admirable, technically it is also not inferior to other cities. I'm sure there will be one of those who will qualify for the Arsenal later, "said Chairman of the Selection Committee Garuda Tunas, Rizky Kusumah, in a release received JAC Sport.
In addition to pass the four finalists, Tunas Garuda also produced seven of the best young footballer from Semarang to get the gift of guidance, namely Ahmad Furqan (15), Yogi Destantyo (15), Lucky Andre (14), Firmansyah Malik Afandi (14), M. Arif Prakoso (14), Aris Kurniawan (14) and Addis Ababa Niam Prayitna (14).
The plan, all 36 participants from nine finalists will enter the city's selection camp Arsenal SSI Indonesia, Jakarta, before reduced to 18 participants who will fly to the headquarters of Arsenal's Emirates Stadium in London, England, late October 2011.
Later all the 18 players the chance to practice at the Arsenal Football Academy and face Arsenal U-16 and direct a number of matches to watch Arsenal at the Emirates Stadium.
Kamu tak tahu apa yang aku rasakan
Kamu hanya tahu aku yang salah
Kamu hanya tahu aku yang berubah
Padahal itu kamu
Mungkin aku tampak baik-baik saja di luar
Tapi yang terjadi di dalam adalah sebaliknya
Aku terlihat kuat
Aku tak tampak seperti orang lemah
Di dalam hatiku yang terdalam
Terjadi kehancuran
Badai memporak porandakanku
Berlaksa laksa duri mencoba menghancurkan hatiku
Namun ku coba bertahan
Sebenarnya au tak tahan dengan ini
Keadaan sungguh jauh berbeda
Aku mencoba mengerti
Aku tak ingin mengganggumu
Jika kau bahagia, akupun juga bahagia
Terimakasih karena kau telah memberiku kesempatan
Tuk memilikimu
Walau hanya sekejap
Aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku tersiksa
Aku sudah lama tersiksa
Bukan secara fisik
Tetapi secara hati dan pikiran
Semalam-malaman aku terus memikirkanmu
Aku tak tau apa yang terjadi denganmu hingga kau menjadi dingin
Dingin dan berubah
Aku hanya tak ingin kehilanganmu
Aku hanya ingin menjadi orang yang berguna untukmu
Orang yang selalu ada saat kau butuhkan
Aku sudah dan terus berusaha
Tapi semua tergantung kamu
Melalui tulisan ini aku berharap
Kau memaafkanku
Kau memasukkan kembali aku dalam hidupmu
Menjadi cerita hidup yang berirama
Bersatu dalam suka dan duka
Aku bingung harus berkata apa lagi
Dulu kamu sangat sayang padaku
Sangat pedulikanku dengan sepenuh hatimu
Setiap hari kau buat ku terbuai dengan kata cintamu
Setiap hari ku larut dalam belaian kasihmu
Tiap hari kau warnai hidupku dengan kata-kata semangatmu
Entah apa yang telah mengubahmu hingga jadi seperti ini
Keadaan sangat berbeda kini
Aku benar-benar stress
Tak tahan lagi dengan semua ini
Aku frustasi
Kini aku seperti orang gila yang hanya mengharapkan belas kasihan
Yang tak kunjung datang dari orang-orang yang lalu lalang
Aku terbuang
Jauh dari kehidupanmu
Ku coba jelaskan semuanya padamu tak apa daya
Kau tak lagi ingin bicara denganku
Kau acuhkanku seperti sampah
Hidupku benar-benar hancur
Apakah ini semua yang kau mau?
Kau bawaku terbang melayang tinggi lalu kau jatuhkanku ke bumi?
Hanya Tuhan yang tahu isi hatiku
Hanya Tuhan yang tahu cerita kita
Tuhan,totlong buat semua ini jelas
Jangan seperti ini trus Tuhan
Aku tak tahan...
made by : eveline hidayat







